Melahirkan Di Dalam Air

Nov 02

Melahirkan dalam air Kenapa Tidak? Jaman sekarang, banyak ibu hamil mencari solusi untuk mengurangi rasa sakit ketika melahirkan. Ada yang memilih menjalani operasi Caesar karena operasi ini menggunakan anestesi sehingga sakitnya jadi tidak terasa, dengan risiko lukanya akan lebih lama sembuh bila dibandingkan dengan ibu yang melahirkan secara normal.

Sekarang ada satu lagi alternatif untuk mengurangi rasa sakit yaitu menggunakan metode melahirkan dalam air. Melahirkan di dalam air sama halnya dengan melahirkan secara normal hanya saja prosesnya dilakukan di dalam air. Meskipun baru sekarang dipublikasikan, namun sebenarnya metode ini sudah ada sejak tahun 1960-an dan sudah lebih dulu digunakan di Amerika dan Inggris. Proses melahirkan dilakukan di dalam bak berisi air yang suhunya sama dengan suhu dalam rahim ibu ( 37° celcius), jadi begitu keluar dari rahim ibu, bayi akan merasakan kenyamanan seperti dalam rahim ibu.

Bayi itu baru akan menangis setelah dikeluarkan dari dalam air dan bayi akan bersih dari darah dan kotoran. Prosesnya bahkan lebih cepat dibanding melahirkan normal. Proses ini sangat bermanfaat untuk sang ibu. Air hangat yang digunakan dapat membuat sang ibu lebih nyaman dan mengurangi tekanan darah tinggi akibat cemas ketika akan melahirkan serta menghambat rasa sakit.

Beberapa keuntungan lainnya adalah:

- Gerak ibu ketika melahirkan dapat lebih leluasa karena berat jenis air membantu ‘meringankan’ berat ibu dan dapat meningkatkan energi ibu.

- Air hangat mengurangi risiko sobekan pada vagina dan membuat peredaran darah pada daerah rahim menjadi lebih lancar dan mulut rahim menjadi lebih lembek sehingga mudah dibuka.

Seperti halnya tindakan medis lainnya, proses melahirkan di dalam air ini juga mempunyai risiko tersendiri. Pertimbangannya adalah jika bayi yang akan dilahirkan berada dalam posisi sungsang atau melintang, penyakit herpes dan lain sebagainya. Penyakit herpes sendiri ternyata tidak bisa dimatikan dengan air hangat. Penularannya dapat terjadi melalui selaput lendir dan tenggorokan bayi. Namun, tidak perlu takut untuk mencoba metode ini karena manfaatnya jauh lebih banyak.

Article Source

Leave a Reply